Topik Terbaru

Pengecoran Jalan Parahiyangan Diawasi Langsung Oleh Warga Setempat

Advertisement

BANYUASIN, Buana Indonesia- Berdasarkan pengalaman warga yang merasakan pengerjaan jalan yang dahulu dilaksankan secara asal-asalan membuat warga tak ingin terjadi yang kedua kalinya sehingga proyek cor jalan parahiyangan kelurahan Betung yang saat ini dikerjakan

ilustrasi jalan cor

BANYUASIN, Buana Indonesia- Berdasarkan pengalaman warga yang merasakan pengerjaan jalan yang dahulu dilaksankan secara asal-asalan membuat warga tak ingin terjadi yang kedua kalinya sehingga proyek cor jalan parahiyangan kelurahan Betung yang saat ini dikerjakan oleh CV Mangkubumi yang didanai dari APBD Banyuasin tahun 2013 itu akhirnya diawasi Warga.

Salah satu warga kelurahan betung yang namanya enggan disebutkan dalam pemberitaan ini mengatakan bahwa Mereka menginginkan agar hasil kerja yang diperoleh  dapat dijamin kualitasnya

Dikatakannya bahwa  dulunya cor beton yang ada dikelurahaanya itu diduga dikerjakan asal-asalan, ketebalannya berpareasi. Ketebalan pada sisi cor beton 12 cm ditengahnya hanya ditimbun dengan pasir setebal 6 cm sementara untuk cor betonnya 6 cm saja.

Mengetahui cara itu lanjut dia,  warga akhirnya menghentikan pekerjaan tersebut dengan diberi alternatif bahwa silahkan pembangunan itu dilanjutkan pelaksanaannya dengan tebal 8 cm namun merata baik yang disi kiri dan kanan serta yang ditengahnya dan untuk sepanjang 100 m lebar 4 m dilanjutkan 100 m dengan lebar 3 m, terang warga dilokasi pelaksanaan proyek, Senen (1/4).

Senada juga dikatakan amat salah seorang warga setempat lainya. Menurutnya warga memang setempat menyetop pengerjaannya diakhir bulan Maret kemarin, perkiraan warga pengerjaannya diduga akan menghasilkan kerja yang tidak baik.

Mulanya memang lebar jalan ini 4 m dengan tebal 12 dalam panjang 200 m, namun ada yang diragukan dan hanya akan menguntungkan bagi pelaksana proyek tersebut, maka sempat dihentikan sesaat. Kata warga dulunya hanya pada sisi cor beton saja yang tebalnya 12 cm, dan ditengahnya hanya ditimbun dengan pasir setebal 6 cm dan untuk cor betonnya 6 cm saja.

Mengetahui cara itu oleh warga akhirnya  dihentikan dengan diberi alternatif bahwa silahkan pembangunan itu dilanjutkan pelaksanaannya dengan tebal 8 cm namun merata baik yang disi kiri dan kanan serta yang ditengahnya dan untuk sepanjang 100 m lebar 4 m dilanjutkan 100 m dengan lebar 3 m, terang warga dilokasi pelaksanaan proyek,

” Memang pelaksanaan proyek ini akan kita kawal sampai selesai, agar hasil pengerjaannya dapat dijamin kwalitasnya, sebab yang akan memanpaatkannya adalah warga sekitar, kalau  tidak mengawalnya dihawatirkan akan sembrono para pekerjanya, sementara uang dibangunkan dijalan ini asalnya sebagian dari uang warga dari pembayaran pajak”, urai amat

Sementara itu praktisi dari Partai Demokrat Kecamatan Betung , Alexander  mengatakan dirinya sangat setuju dengan prinsip dan pola pikir dari warga yang berdumisili disekitar pelaksanaan proyek. Dia mengaku bangga dengan perhatian warga untuk mengawal jalannya semua proyek yang ada disekitar dumisilinya, artinya sudah maju pola pikir warga itu.

Alex menambahkan, untuk sekarang memang sangat perlu adanya pengawasan proyek dari masyarakat, sehingga akan menghasilkaan pekerjaan yang baik. Maka itu kata Alex, entah itu proyek untuk pendidikan, jalan cor termasuk mengerukan daerah aliran sungai(das), peran warga disekitar proyek itu sangat penting” karena yang akan manfaatkan semua proyek tersebut tentu warga disekitar proyek itu” urainya

Dia menambahkan, pengawasan seperti yang dilakukan warga dijalan Parahiyangan itu tentu akan dapat dijadikan contoh bagi warga yang lain di Banyuasin dan tidak perlu takut dan jangan pasrah saja, sebab kita sendiri yang akan menanggung risikonya jika hasil kerja yang diciptakan asal jadi.

Untuk itu Alex mengajak, mari kita kawal terus semua proyek itu apalagi sampai tidak ada papan nama proyek itu namanya proyek siluman dan dibetung ini banyak yang terjadi, maka diminta warga harus berani mengungkap masalahnya, sekalipun itu proyek dari Partainya sendiri, bebernya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Banyuasin, Hadi Solekan mengatakan pengawasan ,masyarakat dalam pelaksanaan proyek sekarang ini sangat penting. Sebab jika warga disekitar proyek tidak dilibatkan atau bersikap cuwek tentu hasilnya akan amburadul.

Geger yang akraf disapa ini menambahkan, contoh barang proyek yang dikerjakan asal jadi itu sudah banyak terjadi di Banyuasin, maka sekarang ini sudah saatnya warga untuk mengawal jalannya pelaksanaan proyek apapun jenisnya disekitar dumisilinya sendiri.        Wajar saja jika sekarang ada yang berani yang menunda jalannya proyek, jika dalam pengerjaannya dilihat tidak sesuai dengan aturannya dan hanya untuk mencari keuntungan yang besar semata bagi pelaksana proyek itu. “Tujuan penundaan pelaksanaan bukan berarti pengganjalan namun untuk menciptakan hasil kerja yang baik, pungkasnya” pungkas Geger (BI)

Advertisement